Membaca Realitas

JPU KPK Ungkap Aliran Dana Mengalir ke Rekening Ponakan AGK, Nilainya Miliar

TERNATE (kalesabg) – Kepala Cabang Bank Cabang Mandiri Ternate, Riski Firmansyah dihadirkan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba (AGK).

Riski Firmansyah dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Negeri Ternate, Rabu (27/3/2024).

Kehadirannya itu untuk memberikan keterangan terhadap terdakwa Daud Ismail eks Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku Utara dan Adnan Hasanudin mantan Kepala Dinas Perkim.

Baca juga :Sidang Kasus OTT KPK, Rekening Ajudan Jadi Celengan AGK

Dalam keterangannya, Riski Firmansyah mengaku, menjabat sebagai manager Bank Mandiri Cabang Ternate sejak tahun 2023 lalu, namun ia tidak pernah bertemu dengan kedua terdakwa.

Kedua nama terdakwa memang terdaftar sebagai nasabah Bank Mandiri, namun dari cabang Ternate atau cabang lain dirinya enggang mengetahui pasti.

“Ada nama kedua terdakwa di Bank Mandiri tapi tidak tahu apakah Cabang Ternate atau di Cabang lain.” Ungkapnya.

Jaksa KPK kemudian menunjukan bukti rekapan dari Bank Mandiri terhadap sejumlah nama yang pernah melakukan transaksi maupun setor tunai. Mereka adalah, Zaldy Kasuba sebagai ajudan yang juga ponakan AGK.

Dimana, setoran tunai yang masuk ke rekeningnya sebanyak 1731 kali dengan total Rp8.395.850.000 atau Rp8,3 miliar lebih.

Baca juga: Empat Terdakwa Kasus OTT KPK Gubernur Maluku Utara Jalani Sidang Perdana

Sementara, untuk rekening Mandiri dengan nomor 1500011319058 juga terdapat uang masuk periode 2019 sampai Desember 2023 sebanyak 2084 kali dengan senilai Rp23.227.208.466 miliar atau 23,2 miliar lebih lebih.

Sedangkan di rekening Husri Lalean yang juga ajudan AGK itu ada 298 kali transaksi dengan total Rp4.841.265.000 atau Rp4,8 miliar.

Untuk setor tunai 121 kali sebanyak Rp707.300.000. Sementara, di rekening Muhammad Nur Usman terdapat 229 transaksi senilai Rp4 miliar lebih.

Riski menambahkan, ada transfer atau transaksi masuk dan keluar yang tercatat dan juga tidak. Kalau itu pihaknya sering minta ke Kantor Pusat.

“Ada rekening atas nama itu semua sudah direkap.” Pungkasnya.

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur : Yunita Kaunar