Membaca Realitas

Angka Pengangguran di Provinsi Maluku Utara Mengalami Penurunan

TERNATE (kalesang) – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku Utara dari tahun 2021 hingga 2024 bulan Februari mengalami penurunan.

Hal itu dibuktikan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, mengeluarkan rilis terbaru pada Senin, (6/5/2024).

Kepala BPS Maluku Utara, Aidil Adha mengatakan, sejak tahun 2021 angka pengangguran mencapai (5,06) persen, tahun 2022 (4,98) persen, tahun 2023 (4,60) persen dan tahun 2024 (4,19) persen.

“Kalau dilihat berdasarkan jenis kelamin, perempuan mengalami peningkatan ketimbang laki-laki.” Katanya.

Dimana, dari tahun 2021 pengangguran jenis kelamin laki-laki sebanyak (3,40) persen, tahun 2022 (3,93) persen, tahun 2023 (3,71) persen, tahun 2024 (3,70) persen.

“Untuk perempuan tahun 2021 (7,91) persen, tahun 2022 (6,87) persen, tahun 2023 (6,10) persen, tahun 2024 (4,87) persen.” Ungkapnya.

“Mungkin ini juga penyebab adanya industri yang sebagian besar menyerap tenaga kerja laki-laki dibanding dengan perempuan.” Sambungnya.

Aidil menambahkan, untuk pengangguran menurut wilayah perkotaan dan perdesaan tercatat perdesaan lebih mengalami peningkatan ketimbang perkotaan.

Kata Aidil, di kota dari tahun 2021 itu sebesar (3,04) persen, tahun 2022 (2,66) persen, tahun 2023 (3,97) persen, tahun 2024, (3,66) persen.

“Jadi untuk desa dari tahun 2021 itu sebesar (5,86) persen, tahun 2022 (5,77) persen, tahun 2023 (4,83) persen, dan tahun 2024 (4,35) persen.” Ucapnya.

Dikatakan, penurunan tingkat pengangguran di Maluku Utara itu lantaran sektor pertanian dan industri pengolahan serta perdagangan yang paling banyak menyerap tenaga kerja.

“Secara presentase, pertanian berada diangka 26,93 persen. Sementara industri pengolah hanya mencapai 24,37 persen dan perdagangan 11,23 persen. Diikuti dengan administrasi pemerintahan sebanyak 10,75 persen. Jasa pendidikan 6,56 persen. Jasa konstruksi 4,16 persen dan lain-lain.

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Yunita Kaunar