TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat kinerja impor daerah ini mengalami peningkatan signifikan pada November 2025. Nilai impor tercatat sebesar US$ 524,53 juta, atau naik 31,81 persen dibandingkan periode yang sama pada November 2024.
Peningkatan tersebut turut tercermin pada kinerja impor secara kumulatif. Sepanjang Januari hingga November 2025, total nilai impor Maluku Utara mencapai US$ 5.710,00 juta, tumbuh 48,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 3.842,99 juta.
Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Maluku Utara, Evida Karismawati, menjelaskan bahwa lonjakan impor tersebut didorong oleh masuknya barang-barang modal untuk menunjang aktivitas industri di wilayah Maluku Utara.
“Andil utama nilai impor disumbang oleh impor mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) dengan kontribusi sebesar 35,96 persen,” ujar Evida, Senin (5/1/2026).
Selain mesin-mesin, komoditas lain yang memberikan kontribusi besar terhadap total impor adalah mesin dan peralatan listrik (HS 85) dengan andil 14,36 persen, serta garam, belerang, dan kapur (HS 25) sebesar 11,86 persen.
Dari sisi negara asal, Tiongkok masih menjadi mitra dagang utama Maluku Utara dengan pangsa impor mencapai 71,24 persen atau senilai US$ 4.067,90 juta sepanjang Januari–November 2025. Selanjutnya, impor juga berasal dari Filipina dengan kontribusi 9,05 persen, serta Arab Saudi sebesar 3,77 persen.
Meski nilai impor terus meningkat, kondisi neraca perdagangan barang Maluku Utara secara keseluruhan masih menunjukkan kinerja positif. Hingga November 2025, neraca perdagangan tercatat surplus US$ 7.131,01 juta, atau meningkat US$ 1.011,18 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kauanr
