TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatat persentase penduduk miskin di wilayah tersebut pada September 2025 sebesar 5,59 persen. Angka ini mengalami penurunan 0,22 persen poin dibandingkan Maret 2025.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Maluku Utara, jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebanyak 74,81 ribu orang. Jumlah tersebut berkurang sekitar 2,46 ribu orang dibandingkan Maret 2025, serta menurun 4,88 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada September 2024.
Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Drs. Simon Sapary, mengatakan penurunan tingkat kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.
“Persentase penduduk miskin pada September 2025 sebesar 5,59 persen, menurun 0,22 persen poin dibandingkan Maret 2025 dan menurun 0,44 persen poin dibandingkan September 2024,” ujar Simon dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Untuk wilayah perkotaan, persentase penduduk miskin tercatat turun dari 5,95 persen pada Maret 2025 menjadi 5,71 persen pada September 2025. Sementara di wilayah perdesaan, angka kemiskinan menurun dari 5,76 persen menjadi 5,54 persen pada periode yang sama.
BPS juga mencatat Garis Kemiskinan (GK) Maluku Utara pada September 2025 sebesar Rp635.842 per kapita per bulan. Nilai tersebut terdiri atas Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp481.042 atau 75,65 persen, serta Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp154.800 atau 24,35 persen.
Simon menjelaskan, komoditas makanan yang memberikan kontribusi terbesar terhadap Garis Kemiskinan, baik di perkotaan maupun perdesaan, antara lain beras, rokok kretek filter, serta ikan tongkol,tuna,cakalang.
Selain itu, kualitas kemiskinan juga menunjukkan perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) menurun dari 0,816 pada Maret 2025 menjadi 0,724 pada September 2025. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun dari 0,222 menjadi 0,208 pada periode yang sama.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
