Oleh
Marjanuddin Amhar
Sembari membuka secarik kertas
Kamu menitikkan air mata Deras
Tak kunjung reda
Hati yang penuh lelah
Lidah tak berbalas
Setelah 6 tahun bersama Kau ragu
Dengan 9 rasa yang ku berikan
Bagiku itu sangat bermakna dan penuh arti
Bagi mu itu derita namun berbekas dalam hati
Jalan dan kesunyian malam telah menjadi saksi
Bahwa kita berdua memadu kasih
Bukan tuk saling memahami
Bukan tuk saling mengasihi
Tapii ??
Kau terus membaca untaian kata
Yang kutulis dengan darah
Berbekas pada halaman terakhir
Kau tahu ini cinta sejati
Kau tahu hatimu telah salah
Matamu berkaca kaca
Tak kuat menahan kenangan yang kita bangun
Tak banyak yang kutulis selepas itu
Hanya nada dengan penuh rasa nan berbekas
“Terima kasih telah menjadi alur cerita cintaku”
Tak lebih
Tak kurang
Untuk mu yang pernah singgah di hatiku
