Membaca Realitas
728×90 Ads

Indonesia dan Australia Sepakat Dagang Pakai Mata Uang Sendiri

JAKARTA (kalesang) – Bank Indonesia (BI) dan bank sentral Australia, Reserve Bank of Australia bersepakat menggunakan mata uang lokal yaitu rupiah dan dolar Australia dalam perdagangan antar kedua negara. Tak lagi menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat.

Dilansir dari cnnindoensia.com, kebijakan tersebut dikenal sebagai Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA). Mulai berlaku sejak 18 Februari 2022.

Kesepakatan ini ditandatangani oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dengan Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe.

Dalam kesepakatan itu, penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan akan berlaku selama tiga tahun ke depan dan dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua belah pihak.

Dengan begitu maka perdagangan antar kedua negara dengan nilai maksimal mencapai Rp100 triliun atau $10 miliar dolar Australia.

Ini merupakan kebijakan yang ketiga kalinya dilakukan antar kedua bank sentral. Pertama kali dilakukan pada Desember 2015 lalu.

Manfaat kerja sama bilateral ini adalah dapat mendorong perdagangan antara Indonesia dan Australia dalam rangka pembangunan ekonomi kedua negara.

Selain itu, kerja sama ini dapat mendukung penyelesaian transaksi perdagangan dalam mata uang masing-masing negara.

Tak hanya Australia, kebijakan ini juga turut diterapkan oleh BI dengan sejumlah bank sentral negara di Asia lainnya seperti China, Korea Selatan, dan Malaysia.(redaksi)

728×90 Ads