Kisah Dipo Gadis 17 Tahun yang jadi Pemandu Wisata Gunung Bromo
MALANG (Kalesang) – Nama Gunung Bromo mungkin tak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Lokasi wisata alam yang berlokasi di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini, adalah bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Menurut sejarah, Gunung Bromo terbentuk dari letusan dahsyat Gunung Tengger yang membentuk kaldera berdiameter lebih dari 8 kilometer.
Objek wisata Bromo selalu menarik minat para pelancong baik dari dalam maupun luar negeri. Bromo menawarkan eksotisme yang tidak bisa didapat dari tempat lain di Indonesia. Setiap hari, ratusan wisatawan lokal dan mancanegara berbondong-bondong datang untuk menikmati kemegahan alam Bromo.
Hal ini juga yang menarik minat seorang gadis yang masih duduk di bangku kelas XI SMA Negeri 8 Malang. Sekar Risma Intan Larasati namanya, masih berumur 17 tahun dan tercatat sebagai warga Kota Malang, ia bekerja sekaligus menjalankan hobi menjadi pemandu wisata di Gunung Bromo.
“Sejak kecil, saya memang sangat tertarik menjadi pemadu wisata di Gunung Bromo.”Ungkap gadis yang akrab disapa Dipo ini.
Dipo juga yang menjadi guide kami saat melakukan perjalan wisata di Gunung Bromo. Ia selalu terseyum dan menjelaskan setiap detail lokasi yang kami kunjungi dengan logat Jawa yang medhok.
Gadis berambut lurus sebahu ini mengisahkan, jika sejak kecil sudah sering diajak sang ayah untuk berkunjung ke Gunung Bromo. hal ini membuat dirinya ketagihan, dan selalu ingin kembali. Namun, karena masih sekolah, ia tak punya waktu untuk selalu berkunjung. Apalagi jarak Kota Malang ke Gunung Bromo lumayan jauh lebih dari 50 Km.
Peluang baru terbuka saat Pandemi Covid-19 dua tahun silam. Saat itu Dipo harus belajar jarak jauh, kesempatan ini diambilnya dan mulai memberanikan diri mengantar tamu ke Gunung Bromo, meski saat itu sepi pengunjung.
“Sejak kelas X SMA, Karena ada pembelajaran via meet dan free di sekolah jadi saya mengisi waktu luang di bromo.”Ungkapnya, Rabu (22/6/2022)
Sebelum menjadi pemandu wisata, gadis berkulit sawo matang kelahiran Malang 29 Januari 2005 silam ini, fokus belajar tari. Namun aotivitas outdoor lebih menarik buatnya.
“Pengunjung yang sering saya pandu didominasi pendatang dari kota lain, namun ada juga dari Jawa Timur.”Katanya dengan mata berbinar.
Ia mengaku banyak mendapatkan pengalaman berharga saat menjadi pemandu wisata dan bertemu orang dari berbagai macam daerah, karena biasanya mereka akan diceritakan lokasi-lokasi wisata yang ada di daerah asal mereka.
“Saya juga jadi punya banyak teman dari seluruh Indonesia.”Bebernya riang.
Meski begitu, Dipo mengaku tetap mementingkan sekolahnya dan akan kembali fokus sekolah jika proses belajar tatap muka dimulai.
“Kalau sudah masuk sekolah dan belajar tatap muka, jadwal menjadi pemandu wisata akan saya disesuaikan dengan libur sekolah.”Pungkasnya. (M-02)
Reporter: Sitti Muthmainnah
Redaktur: Wawan Kurniawan
