Membaca Realitas

Mantan Dirut RSUD Sanana Angkat Bicara Soal Dana BTT

SANANA (kalesang) – Mantan Direktur RSUD Sanana, Kabupate Kepulauan Sula, Marini Nurali angkat bicara terkait dengan anggaran belanja tak terduga (BTT) tahun 2021 yang saat ini disidik oleh Kejaksaan Negeri (Kejari).

Menurut Marini saat dikonfirmasi Selasa (25/10/2022), pihaknya tidak pernah mengelola langsung anggaran BTT 2021 yang senilai Rp28 miliar tersebut. Tetapi, dia mengaku hanya menerima alat kesehatan dari Dinas Kesehatan.

“RSU cuman dapat dalam bentuk barang dari Dinkes. Tidak kelola anggaran BTT.” Katanya.

Baca Juga: BTT 2021 Rp28 M, Kejari Kepsul Masih Penambahan Saksi

Mantan pegawai Kabupaten Pulau Taliabu itu menyampaikan, ada beberapa medis yang diberikan ke RSUD. Salah satunya berupa Cerobong Incinerator. Dan sejumlah alat medis lainnya, Marini mengaku tidak ingat lagi.

“Karena BAP berada di Dinas Kesehatan. Jadi saya tidak hafal alat medis apa saja.” bebernya.

Setelah dilakukan pengecekan harga, alat medis Cerobong Incinerator itu harganya senilai Rp100 juta lebih.

Baca Juga: Dana BTT Pemda Kepsul Diduga di Korupsi, Berikut Bukti Penggunaannya

Sementara itu, Plt. Kadis Kesehatan Kepsul, Suryati Abdullah saat di konfirmasi tidak banyak membeberkan soal pengguna anggaran BTT 2021. Dia meminta agar mengecek kembali terkait dengan sumber anggaran belanja alat medis yang diserahkan ke RSUD pad tahun 2021.

“Adik cek baik-baik dulu, jangan sampai di tahun 2020 punya.” Ujar Suryati.

Baca Juga: Kejari Kepulauan Sula Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi BTT Rp28 M

Untuk mengetahui lebih jelas, Suryati menyarankan agar dicek item penggunaan anggaran tersebut ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Cek di keuangan saja adik.” Pintanya.(tr-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Junaidi Drakel