Membaca Realitas

Cerita Mama Fatma yang Jualan Daun Pandan Demi Hidupi Keluarga

TERNATE (kalesang) – Meskipun tidak mempunyai kebun pandan, Mama Fatma (65) mampu menghidupi keluarga dengan berjualan daun pandan.

Mama Fatma, salah satu dari sekian banyak mama-mama yang menjual daun pandan di Pasar Higienis Kelurahan Gamalama, Kota Ternate, Maluku Utara. Sudah lebih dari  10 tahun ia menjual daun pandan. Namun tak setiap hari Mama Fatma berdagang, ia hanya gelar jualan tiap Kamis.

Pasalnya, diwaktu tersebut warga Kota Ternate selalu menyempatkan diri untuk berziarah. Kamis sore seakan menjadi waktu mustajab bagi warga untuk berziarah, dan ini telah dilakukan sejak turun temurun.

“Saya sudah lama berjualan daun pandan. Sebelumnya masih berkebun, tapi sekarang sudah tidak lagi. Apalagi suami saya sudah lama meninggal, hanya menjual daun pandan yang bisa saya lakukan.”Ungkapnya pada kalesang.id, Kamis (03/11/2022).

Sambil mengiris daun pandan dengan sebilah pisau di genggaman tangan yang sudah mengeriput itu, sesekali ia menawarkan jualannya kepada pengunjung pasar yang hanya sekadar lewat, menanyakan harga ataupun yang singgah untuk membeli.

Meskipun umurnya telah senja, Mama Fatma masih cekatan gerakannya masih sama seperti orang yang berumur 30an, lincah dan cepat melayani pembeli.

“Saya tidak punya kebun untuk menanam pandan. Daun pandan ini saya beli dari warga di Kelurahan Fitu, seharga Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per ikatan besar dan saya jual lagi.” Jelasnya.

Daun pandan yang ia jual per kantong harganya bervariasi mulai dari Rp5 ribu hingga Rp20 ribu. Selain jualan daun pandan perempuan paruh baya ini juga menjual bunga rampai atau irisan beberapa jenis bunga harum yang dicampur jadi satu.

Dari jualan ini, Mama Fatma mengaku bisa menghidupi dan memenuhi kebutuhan rumah tangga sejak suaminya meninggal beberapa tahun silam, kebutuhan 4 orang anaknya mulai dari sekolah juga kebutuhan lain yang harus ia penuhi sendiri agar anak-anaknya tidak merasa kekurangan.

“Alhamdulillah, mereka kini sudah dewasa, bisa menghidupi diri sendiri. Ada yang sudah menikah.” Katanya sambil mengusap keringat sesekali jatuh di pelipisnya.

Wanita berkulit  sawo matang ini mengaku, paling sedikit ia bisa dapat kuntungan hingg Rp350 ribu, namun  jika sedang ramai pendapatannya bisa lebih.

“Walaupun, anak-anak saya sudah punya kehidupan sendiri, saya tetap jualan. Menjual daun pandan adalah sebagian dari hidup saya, Meskipun pendapatan tidak banyak.”Tutupnya tersenyum. (tr-04)

 

 

Reporter: Siti Halimah Duwila

Redaktur: Wawan Kurniawan