TIDORE (kalesang) – Rahmat Sahid, pemuda asal Solo, Jawa Tengah yang memilih bangun usaha di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara.
Saat ini, lelaki kelahiran 1992 itu merupakan owner di salah warung kopi yang ada di pasar Gosalaha, Kelurahan Indonesiana, Kecamatan Tidore, yang dikenal dengan Kedai Podjok.
“Di tahun 2016, dengan modal nekat, saya datang ke Tikep. Saya merantau ke saya ikut mertua. Tidak ada uang sama sekali.” Katanya kepada kalesang.id, Rabu (7/12/2022).
Sejak kedatangannya, Rahmat mengaku tidak punya pekerjaan. Awalnya dibantu oleh mertua untuk merintis usaha.
“Waktu itu saya dikasih modal oleh mertua, berupa kelengkapan jualan dan duit untuk membeli bahan-bahan jualan. Jumlahnya sekitar Rp1,5 juta.” Bebernya.
Baca Juga: Modal Rp200 Ribu, Seorang Warga Kelurahan Salahuddin Ternate Hasilkan Banyak Produk yang Dijual
Untuk jadi owner seperti sekarang, lanjutnya, tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi butuh kerja keras.
“Yang pertama itu saya memulai dengan berjualan keliling, dagangannya waktu itu juga bukan kopi seperti sekarang ini, melainkan jualan pentolan dan batagor.” Uncapnya.
“Saat itu pasar masih di Goto, jadi dari pagi sampai siang jualan di SD Goto, lalu sore sampai malam saya jualan di depan pasar Goto. Pendapatan rata-rata per hari sekitar Rp250 ribu hingga Rp600 ribu, itupun tidak menentu.” Katanya.
Seiring waktu, lanjut Rahmat, dari pendapatan itu ia mulai menabung hingga tiba pada momentum pasar pindah ke Indonesiana pada tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Perempuan 50 Tahun di Kelurahan Tafure Ternate Sulap Sampah Jadi Kerajinan
“Sejak pasar pindah, saya mulai merintis usaha kopi dengan membuka Kedai Podjok dengan modal sekitar Rp50 juta.” Terangnya.
Dari jualan kopi, kata Rahmat, pendapatannya per hari Rp400 ribu hingga Rp700 ribu. Itu pendapatan bersih, setelah buka gaji karyawan per hari.
“Saat belum memiliki karyawan tetap, sudah berapa banyak yang keluar masuk, tetapi sistem usahanya tidak mengikat karyawan. Karyawan dibayar sesuai jam kerja.” Katanya.
“Jika saya kerja part time, pendapatan per bulan rata-rata Rp700 ribu, tapai kalau full time, saya bisa dapat Rp1 juta per bulan.” Sambung Memet, seorang honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) yang juga salah satu karyawan Kedai Podjok.(tr-04)
Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Junaidi Drakel
