Berhenti dari Pramugari, Gustin dan Suami Bangun Usaha Coconut Kai di Ternate
Gustin: Saya Belajar Secara Otodidak
TERNATE (kalesang) – Pasangan suami istri (Pasutri) asal Bandung, Jawa Barat, Dika Hadiyono dan Gustin Julian buka usaha Coconut Kai di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.
Coconut Kai ini dibuka sejak September 2021, yang beralamat di Kelurahan Jati, Kecamatan Ternate Selatan. Saat ini usaha tersebut berhasil curi perhatian masyarakat Kota Ternate.
Coconut Kai, termasuk salah satu kedai yang unik, karena penyajiannya gunakan buah kelapa sebagai bahan dasarnya.
Owner Coconut Kai, Gustin Julian menceritakan, sebelumnya ia bekerja di Jakarta dan anaknya di Bandung, suaminya di Kota Ternate. Jadi ia memutuskan untuk pensiun dini sebagai pramugari dan ikut suami ke Ternate bersama sang buah hati mereka.
Hal itu dilakukan oleh Gustin semata karena ingin selalu bersama dengan keluarga kecilnya.
Sejak dulu Gusti, merupakan perempuan yang paling hobi memasak. Usahanya saat ini, yaitu es krim. Tetapi ia mengaku belum pernah membuat es krim.
Baca Juga: Hobi Masak, Kakak Beradik di Kota Ternate Ini Bangun Usaha Kuliner
“Jadi saya belajar secara otodidak. Dua kali percobaan gagal dilakukan. Bukan masalah, saya kemudian coba lagi agar menemukan rasa dan tekstur yang pas.” Katanya, Jumat (27/1/2023).
Kemudian, lanjutnya, es krim yang sudah dibuat banyak dibagikan ke anak yatim dengan mengundang mereka untuk makan es krim di kedai.
“Alhamdulillah, mereka suka. Saya kemudian berani dan kembangkan lagi.” Ungkapnya.
Alasan kenapa memilih usaha es krim, kata Gustin, karena cuaca di Ternate yang panas, yang jelas orang ingin minum dan makan yang dingin dan manis.
“Sebenarnya saya juga melihat peluang pasar, karena di Kota Ternate belum ada yang buat hal yang sama seperti ini untuk dijual, kalau buat untuk dikonsumsi sendiri banyak.” Bebernya.
Bukan hal yang mudah bagi perempuan satu anak itu untuk membuat es krim yang pas di lidah masyarakat. Berkali-kali dicoba di rumah. Gagal, dicoba lagi, begitu seterusnya.
Memilih buat es krim yang berbahan dasar batok kelapa, bukan tanpa alasan bagi Gustin, sebab ia melihat di Maluku Utara adalah penghasil buah kelapa yang melimpah. Hal ini yang membuat dua sejoli itu manfaatkan buah kelapa.
Selain dari daging kelapa, Gustin juga akui manfaat dari batok kelapa, selain dari dagingnya, yang digunakan untuk dibuat kerajinan tangan dan lain sebagainya.
Baca Juga: Mm Hanum Kuliner Bagian dari Hidup
“Dari es krim yang sudah jadi, saya padukan dengan buah kelapa, ternyata sangat enak dan juga dapat respon baik dari berbagai.” Ucap Gustin.
Yang membuat beda dari es krim lainnya, lanjut Gustin, yaitu es krim di Coconut Kai dibuat sendiri di rumah tanpa bahan pengawet, dan varian rasa yang variatif, jadi konsumen bebas memlilih rasa es krim sesuai selera.
Gustin mengakui, di awal bangun usahanya ini tidak semudah untuk membalikkan telapak tangan. Karena, usahanya tersebut masih sangat belia dan belum dikenal banyak orang.
“Awalnya itu, dari pelanggan yang sudah biasa datang untuk beli barang-barang. Selain itu, teman suami. Jadi yang datang kami minta untuk coba Coconut Kai ini. Alhamdulillah dapat respon yang baik dari mereka.” Tambahnya.
Lambat laun, dari pelanggan dan teman dari mulut ke mulut, Gustin semakin berani untuk jalankan usaha Coconut Kai tersebut.
Bagi Gustin, hal ini dilakukan agar konsumen yang datang tidak hanya untuk beli es krim. Tetapi, ada makanan, minuman dan bisa fashion menarik yang ada di kedai Coconut Kai.
Baca Juga: Ini Alasan Ghozal Bangun Kedai Marsroom Coffee
“Untuk pemasaran, awal itu kami buat endors dengan selebgram, Instagram, ada juga promo, tester bagi pelanggan. Kita pernah bagi voucher dan penjualan secara give away.” Katanya.
Untuk pertahankan sebuah usaha, sambung Gustin, hal yang perlu diperhatikan adalah pengontrolan dan jadikan karyawan adalah teman.
“Hal ini saya lakukan pada karyawan, agar mereka juga punya rasa memiliki terhadap usaha ini. Supaya mereka juga bekerja sebaik mungkin dan berikan yang terbaik.” Terangnya.
Selain itu, kata Gustin, support dari suami dan keluarga juga sangat penting dalam pertahankan sebuah usaha.
“Dengan konsep ruangan yang modern, saya dan suami juga jadikan tempat sebagai kumpul keluarga. Karena selain menu es krim yang disukai oleh anak-anak, ada fashion untuk orang dewasa.” Pungkasnya.
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
