Membaca Realitas

Ternyata ini Penyebab Utama Hingga Puskesmas Akelamo Terpaksa Hentikan Layanan BPJS Rawat Inap

Dinas Kesehatan Tidore Diminta Tegas Terkait Penempatan Dokter

TIDORE (kalesang) – Langkah penghentian sementara klaim BPJS Kesehatan untuk rawat inap di Puskesmas Akelamo, Oba Tengah Tidore Kepulauan lantaran kekosongan tenaga dokter yang mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktek (SIP), tidak terlepas dari sikap oknum dokter yang diduga mengikuti kehendak sendiri.

Menurutnya keterangan salah satu warga setempat yang menolak ditulis namanya kepada kalesang.id, sebenarnya di Puskesmas Akelamo ada dokter yang mengantongi STR dan SIP. Namun belakangan oknum dokter tersebut tidak mau bertugas lagi di Akelamo dan memilih pindah ke Puskesmas Tosa, Tidore Timur.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kota Tidore Kepulauan Rusdy Thamrin saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Berita Terkait:Puskesmas Akelamo Tidore ‘Terpaksa’ Hentikan Pelayanan BPJS Kesehatan Rawat Inap

Dia mengaku menyesal dengan sikap dokter tersebut, hingga pelayanan di Puskesmas Akelamo sempat mengalami kekosongan dokter.

“Ini kan kita kembali ke kemanusiaan, rata-rata yang kita amati Dinas Kesahatan pun pusing.”Kata dia dengan nada sesal. Dia bilang seharusnya saat ditugaskan di salah satu tempat, sebagai seorang dokter menurut dan harus tahu kode etik.

“Dinas Kesehatan harus bersikap tegas terhadap oknum dokter yang bersangkutan.”Tegasnya.

Lanjut dia, saat ini sudah diambil langkah untuk mengisi kekosongan tersebut dengan memindahkan tenaga dokter yang sebelumnya bertugas di Puskesmas Talagamori, untuk mengisi kekosongan dokter di Puskesmas Akelamo.

Sementara itu, untuk di Pusksmas Talagamori diisi sementara watu oleh salah satu perawat senior di Puskesmas Talagamori mengisi kekosongan.

Dia menambahkan, kekurangan tenaga dokter di tiap-tiap Puskesmas ini juga, rencananya mau didorong di formasi PPPK 2023.

Hanya saja kata dia, hingga saat ini BKPSDm sendiri belum mengantongi jumlah kebutuhan tenaga dokter dari Dinas Kesehatan maupun Kementerian PAN-RB.

 

Reporter: M. Rahmat Syafruddin
Redaktur: Wawan Kurniawan