Estuaria Malut Ajak Anak Muda Kenali Isu-isu Lingkungan Hidup
Suhartono: Semoga Pemerintah Dapat Mendukung
TERNATE (kalesang) – Komunitas Kaum Muda Estuaria Maluku Utara (Malut) libatkan anak muda dalam kemah Iklim dan lebih berfokus pada isu-isu lingkungan hidup.
Kegiatan yang dilakukan oleh Kaum Muda Estuaria Malut ini bertajuk kreasi anak muda jaga bumi, kemudian akan berlangsung selama tiga hari, yang dimulai dari tanggal 10 hingga 12 Maret 2023.
Ketua panitia, Suhartono, kegiatan yang dilakukan selama tiga hari ini, peserta akan diberikan materi yang berfokus pada isu-isu lingkungan hidup yang ada di Maluku Utara.
“Kali ini, anak muda akan belajar memahami konservasi laut di Maluku Utara dan Indonesia, memahami sosial budaya masyarakat pesisir, mengetahui dampak perubahan iklim dan ancaman di wilayah Maluku Utara.” Katanya, Jumat (10/3/2023).
Baca Juga: TNI AL Amankan Tongkang Bermuatan 11 Ribu Ton Nickel di Kepulauan Sula
Selain itu, Suhartono menambahkan, anak muda akan belajar tentang engagment dengan menggunakan media sosial sebagai kampanye kreatif untuk lingkungan, praktek pembuatan content di media sosial dan hewan endemik Maluku Utara.
“Untuk kemah Iklim ini, kami berupaya untuk meningkatkan kapasitas kaum muda dan gerakan dalam bangun kesadaran kaum muda terhadap lingkungan dan perubahan iklim.” Ungkapnya.
Untuk dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan kaum muda kepulauan, lanjutnya, ekosistem kepulauan dalam upaya minimalisir dampak perubahan iklim dan juga penyelamatan hutan tersisa di Maluku Utara.
“Sebenarnya, kegiatan ini agar ada wadah untuk anak muda lebih aktif dan terlibat dalam kampanye creative lingkungan hidup di Maluku Utara dan terlibat dalam pengambilan kebijakan lingkungan.” Katanya.
Baca Juga: Jemput Ganja di Kantor Pos, Pemuda Kelurahan Tomagoba Tidore Diciduk
Setelah mengikuti kegiatan ini, Suhartono mengharapkan anak muda dapat menulis kearifan lokal di Maluku Utara, dapat menggunakan media sosial untuk hal positif kampanye lingkungan di Maluku Utara.
“Anak muda dapat terlibat aktif dalam pengambilan kebijakan di Maluku Utara, dapat memberikan atau mempengaruhi orang lain mengenai sampah, perubahan iklim dan ekosistem yang harus dijaga.” Bebernya.
Kata Suhartono, sudah seharusnya anak muda mengerti persoalan seperti ini, agar keberlangsungan untuk masa depan dan lingkungan hidup, dapat memahami perubahan iklim dan dampaknya terhadap pulau Maluku Utara.
“Semoga pemerintah dapat melihat dan memberikan dukungan kepada komunitas anak muda yang mencintai lingkungan.” Harapnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
