Ditinggal Suami, Cerita Perempuan Tiga Anak Asal Surabaya Bertahan Hidup di Ternate
Saat Ini Nina Sudah Punya Usaha Sendiri
TERNATE (kalesang) – Nina Datarani, perempuan asal Surabaya yang saat ini memiliki usaha oleh khas Ternate, Maluku Utara.
Selain memiliki usaha oleh khas Ternate, perempuan 42 tahun itu juga mempunyai usaha catering, yang dikenal Dapur Nina.
Selain tekuni usaha, Nina juga harus mengurus tiga orang anaknya, tanpa suami. Saat ini, rumah sekaligus tempat usahanya berada di Kelurahan Makasar Barat, Kecamatan Ternate Tengah.
Nina menceritakan, sejak hamil anak ketiganya, di tahun 2021, suaminya meninggalkan dia dan anak-anak. Dari situ, banyak pekerjaan yang dilakukan, itu agar bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Beberapa pekerjaan pun, ia tekuni, seperti mengumpulkan botol bekas, jadi seorang penyapu jalan. Semua itu dilakukan asalkan pekerjaan itu halal. Bahkan ia pernah menjadi tukang ojek.
Tak ada alasan untuk tidak bekerja demi penuhi kebutuhan tiga anaknya itu. Bahkan anak pertamanya, Rizky pun harus ikut membantunya. Di saat berangkat kerja, sesekali ia harus menitipkan ketiga anaknya ke teman-temannya.
“Waktu itu, Rizky masih duduk di bangku SD kelas VI, anak kedua masih umur balita dan saya dalam keadaan hamil anak ketiga, sejak saya diceraikan.” Katanya saat ditemui reporter kalesang.id. Senin (13/3/2023).
Baca Juga: Dianggap Baik untuk Kesehatan, Pemilik Mohiya Home Industri Gunakan Tepung Sagu
Waktu itu, Nina mengatakan, ia kumpul botol bekas karena tidak punya uang untuk biaya sekolah Rizky. Selain itu, ia mengaku tak sanggup bayar kos-kosan.
“Sejak ditinggal suami, saya benar-benar tidak punya apa-apa. Alhamdulillah, ada teman yang bantu modal Rp100 ribu. Modal itu, untuk buat gorengan, sambal roa dan air guraka.” Tuturnya.
Dari hasil jualan tersebut, setelah kembali modal, uang temannya yang dipinjam itu langsung dikembalikan lagi. Nina mulai kembangkan usaha dengan jualan siomai, gado-gado dan batagor. Dalam beberapa kesempatan ia mulai dapat orderan.
“Alhamdulillah, mulai merambah ke kantor-kantor, bahkan sambal roa saya banyak peminat. Walaupun waktu itu kemasan belum menarik.” Ucapnya.
Tak henti sampai di situ, perempuan bertlatar S1 Akuntansi ini selalu punya tekad kuat agar usahanya terus berkembang. Ia mulai tertarik untuk buat produk olahan ikan, seperti ikan fufu garu rica, abon, stik bawang dan sambal roa.
“Saya mulai buka usaha catering, walaupun modal pinjam. Tapi, besoknya sudah dikembalikan lagi. Dan saat ini, alhamdulillah usaha mulai jalan semuanya.” Ujarnya.
Baca Juga: Nisa Assagaf, Drummer Perempuan Asal Ternate
Dari usahanya saat ini, Nina sudah berhasil bangun rumah sendiri. Hal ini tidak terlepas dari bantuan Rizky, anaknya. Karena kekurangan biaya bangun rumah, Rizky harus membantu. Ia bahkan terlambat ke sekolah, sesekali harus menjaga kedua adiknya, jika Nina sedang sibuk.
Bangun usaha seperti ini, Nina menambahkan, harus punya mental yang kuat. Karena tidak setiap hari habis terjual. Untung rugi dalam berbisnis itu sudah pasti.
“Beberapa kali, jualan tidak laku, saya antar ke panti asuhan. Tetap semangat, besok buat lagi, karena saya percaya, ketika jualan pasti ada yang beli.” Ucapnya.
Saat ini, kata Nina, untuk penjualan ia selalu manfaatkan media sosial, seperti Instagram, Tik-tok, Facebook dan google.
Baca Juga: Cerita Fitrah Bangun Usaha Kedai Rotasi Coffee Leb
Ia berharap, ke depannya anak muda yang ingin bangun usaha, agar lebih konsisten bukan. Barena ikut trend saja, jika seperti itu, usaha tidak akan berkembang dan tidak bertahan lama.
“Untuk saat ini, alhamdulillah pemerintah sudah banyak membantu kami para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah. Semoga, ke depannya usaha yang kami lakukan ini selalu mendapat dukungan dari pemerintah.” Harapnya.(tr-04)
Reporter: Siti Halima Duwila
Redaktur: Junaidi Drakel
