TERNATE (kalesang) – Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Maluku Utara, Abdullah H. M. Saleh menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut digelar oleh Dasawisma PKK di RT 01/RW 01 Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Maluku Utara, Jumat (6/10/2023) malam.
“Kehadiran kita malam ini bukan hanya sekadar memenuhi undangan, tapi atas nama cinta dan kerinduan kita kepada nabi besar Rasulullah SAW.” Kata Abdullah.
Abdullah mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berharap agar sinergitas antara PKK dan pemerintah kelurahan selalu diwujudkan dalam kegiatan pembangunan di kelurahan.
“PKK telah banyak membantu pemerintah, kader-kader PKK ini banyak beririsan dengan OPD-OPD tertentu, ada kader Posyandu, bina keluarga balita, pangan, kader gizi, dan masih banyak kader lainnya.” Sebutnya.
Abdullah yang juga Kepala BPKAD Kota Ternate itu menyampaikan, pemerintah bukan hanya membangun fisik semata, melainkan akan membagun non-fisik, karena hakekat pembangunan adalah masyarakat seutuhnya.
“Fisik kita bangun, tapi akhlak juga harus kita bangun, dengan cara melaksanakan peringatan maulid, dimana Nabi Muhammad SAW dijadikan suri tauladan kita.” Jelasnya.
Artinya, lanutnya, semua warga RT 01/RW 01 Kelurahan Sasa bisa menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan dalam berbagai aspek, termasuk para generasi muda.
“Dengan begitu, kita bisa terhindar dari miras, narkoba dan lainnya apabila sudah menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai tauladan.” Ungkap Abdullah.
Abdullah menyebutkan, persoalan sampah menjadi masalah yang sering menjadi sorotan di Kota Ternate, sehingga dengan mengikuti risalah nabi, yakni bersih sebagian dari iman, maka sama-sama harus saling menjaga kebersihan.
“Sampah buang pada tempat yang sudah disiapkan, jangan buang di sembarang tempat, apalagi di selokan. Jadi mewakili pemerintah dan walikota saya minta mari sama-sama menjaga kebersihan.” Ajak Abdullah.
Ia menambahkan, kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya bersifat seremoni, tetapi setelah kegiatan dilaksanakan baik itu Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Isra Mi’raj dan Tahun Baru Islam paling tidak ada perubahan.
“Bagaimana melihat atau mencotohkan Nabi Muhammad SAW masih muda, sehingga yang dijadikan rujukan pemuda Sasa adalah nabi, karena tidak ada dakadensi moral.” Pungkasnya.
Reporter: Rahmat Akrim
Redaktur: Junaidi Drakel
