(SALAH) Viral Penculikan Bayi di Kabupaten Halmahera Selatan
Kalesang – Masyarakat Maluku Utara dihebohkan dengan postingan di group facebook informasi Halmahera Selatan oleh ak Facebook Syamil Kamarullah, Jumat (02/02/2024)Dalam unggahannya Syamil mengunggah foto bayi dengan caption
“Mohon bantuan, bayi ini diculik dari kosan ibunya sekitar jam 2 siang tadi di Tomori Jalam Baru seputaran Tenda Ranti. Kabar terakhir katanya bayi tersebut dibawa menuju pelabuhan, entah Pelabuhan Babang atau Kupal”
Postingan tersebut menjadi viral dikomentari sebanyak 840 orang dan dishare 463 kali.
CEK FAKTA
Tim cek fakta kalesang.id kemudian melakukan penulusan atas kebenaran informasi tersebut. Informasi tersebut juga telah dipublikasi oleh media bedahnusantaraindonesia.com yang menejelaskan kronologis dari informasi penculikan bayi yang berinisila A yang masih berusia 6 Bulan.
Dalam artikel tersebut menjelaskan Bayi berinisial A tersebut merupaka putrid putri pasangan Jayanti dan Arjun, warga Desa Tomori, Kecamatan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Menurut ibu bayi Jayanti tidak ada penculikan hanya salah komunikasi antara dirinya dan teman yang membawa bayinya sekitar pukul 14:00 WIT temannya F mendatangi kosannya dan meminta izin membawa A ke suami F yang saat itu masih berada di Desa Tomori.
Namun saat dihubungi F melalui telephone dan Whatasapp tidak aktif sehingga orang tua bayi mulai panik dan mengira anaknya diculik. Karena tidak bisa di hubungi keduanya mencari tahu nomor kontak suami F berinisial A. Setelah dihubungi barulah diketahui bayi A tengah bersama F di Desa Babang, Kecamatan Bacan Timur
“Setelah Torang dapat Nomor A, (Suami F) lalu tong TLP dan informasi dong ada di babang langsung tong kasana dan baku dapa di muka penginapan” kata Jayanti
Tim cek Fakta kalesang.id juga mengonfirmasi Kapolres Halmahera Selatan, AKBP. Aditia Kurniawan perihal informasi tersebut. Mengungkapkan, informasi penculikan bayi tersebut hanya msalah miss komunikasi bayi tersebut bukan diculik, akan tetapi dibawa rekan ibunya atas sepengetahuan orangtua.
“dibawa seizin orangtua bayi,” Ungkapnya.
KESIMPULAN
Informasi penculikan anak tersebut tidak benar atau Salah. Sebab bayi A dibawa atas seizin orangtuanya. Namun terjadi miskomunikasi antar orang tua bayi dan temannnya yang membawa karena, tidak bisa dihubungi via ponsel.
Penulis: Wendi Wambes
RUJUKAN
