Membaca Realitas

Fenomena Harga Pangan Picu Inflasi Maluku Utara

TERNATE (kalesang) –  Fenomena Perkembangan Harga memicu inflasi Maluku Utara pada Juli 2024 dipengaruhi oleh tiga subsektor produk pangan diantanya ada cabai merah, beras dan tomat.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara, Nurhidayat Maskat, Kamis (1/8/2024) dalam penyampayan data resmi, mengatakan cabai merah, beras dan tomat menjadi fenomena yang mempengaruhi inflasi kali ini.

“Hal ini berdasarkan fluktuasi harga cabai merah di Halmahera Tengah dan Ternate mengalami kenaikan sejak awal Juli hingga pertengahan Juli 2024. Penyebab kenaikan harga ini karena pemasokan berkurang dan harga pada produsen alami kenaikan, sementara untuk harga beras di beberapa darah mengalami kenaikan, namun di Halmahera Timur masih stabil, kemudian untuk harga tomat di Halmahera Tengah dan Ternate, menyumbang inflasi di bulan ini.” Bebernya.

Sementara Maluku Utara secara Mon to Mon (m-to-m) artinya dari Juli 2024 terhadap Juli 2023 mengalami deflasi sebesar 0,06 persen namun  secara Year to Year (y-to-y) yang berarti dari Tahun 2024 terhadap tahun 2023 mengalami inflasi sebesar 2,96 persen, untuk tahun kalender yang artinya Juli 2024 terhadap Desember 2023 inflasi sebesar 1,17 persen.

Deflasi Maluku Utara secara m-to-m disumbang oleh 5 kelompok diantaranya, transportasi, informasi, pendidikan,  rekreasi, penyediaan makanan dan perawatan. Sementara 6 kelompok lainnya mengalami inflasi diantaranya, makanan, perumahan, pakayan, perlengkapan dan kesehatan.

“Namun secara y-to-y Maluku Utara mengalami inflasi sebesar 2,96 persen, yang disumbang oleh Makanan, minuman dan tembakau.” Tandasnya.

Redaktur: Yunita Kaunar