Membaca Realitas

Akhir Pekan Bersama Ata deng Kofia: Lestarikan Musik Tradisi dari Benteng Oranje hingga Mancanegara

Ternate,Kalesang — Suara musik tradisi akan kembali menggema dari Benteng Oranje, Ternate, malam ini. Maestro musik tradisi Maluku Utara, Hasan Ali atau yang akrab disapa Ata deng Kofia , siap mempersembahkan karya-karya terbaiknya dalam gelaran “Bauni Torang Pe Karya” yang diselenggarakan oleh Sanggar Seni Timur Jauh, Madifo, dan Yangere , dengan dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXI Provinsi Maluku Utara. Jumat (8/11/2025)

Ata deng Kofia dikenal sebagai salah satu pelestari musik tradisi yang konsisten berkarya sejak tahun 2005 . Perjalanan panjangnya di dunia seni telah dibawa tampil di berbagai panggung, baik di dalam maupun luar negeri — mulai dari Jakarta (2022) , Makassar (2024) , hingga Cape Town, Afrika Selatan (2023–2024).

“Musik tradisi bukan sekedar hiburan, tapi memiliki makna dan nilai budaya yang di dalamnya. Pemerintah daerah harus lebih memberi perhatian karena musik tradisi juga merupakan bagian dari objek pemajuan kebudayaan (OPK), ” ujar Ata saat ditemui di sela-sela persiapan pentasnya.

Menurutnya, pementasan malam ini bukan sekedar ajang unjuk karya, namun juga bentuk edukasi budaya bagi generasi muda agar tidak melupakan akar tradisi.

“Kegiatan ini adalah pengingat bahwa musik tradisi kita semakin terancam punah jika tidak terus diwariskan,” tambahnya.

Dalam pertunjukan nanti, Ata bersama rekan-rekannya akan menampilkan sejumlah karya klasik dan kontemporer, termasuk komposisi dari Mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah , Abdullah Bay , serta karya orisinalnya sendiri.

Dengan semangat pelestarian dan cinta budaya, Ata berharap tradisi musik tetap hidup dan terus bergema — dari Benteng Oranje hingga mancanegara.

Reporter : Niar Naraya