Membaca Realitas

Harga Ikan Naik, Inflasi Maluku Utara Februari 2026 Sentuh 5,85 Persen

TERNATE, Kalesang – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari 2026 yang menunjukkan inflasi year-on-year (y-on-y) di wilayah tersebut mencapai 5,85 persen.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, mengatakan kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi tahunan tersebut.

“Inflasi tahun ke tahun pada Februari 2026 mencapai 5,85 persen dengan IHK sebesar 113,22 untuk Kota Ternate dan 110,00 untuk Halmahera Tengah. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil tertinggi yakni sebesar 2,73 persen,” ujar Simon, Senin (2/3/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan harga sejumlah komoditas pangan terutama dipicu kondisi cuaca buruk yang mengganggu aktivitas melaut para nelayan, sehingga pasokan ikan segar di pasar berkurang.

Beberapa jenis ikan yang mengalami kenaikan harga signifikan antara lain ikan malalugis atau sorihi, ikan cakalang, dan ikan tuna.

“Kenaikan harga ikan terjadi karena faktor cuaca yang memengaruhi hasil tangkapan nelayan. Ini menjadi pemicu utama inflasi di Maluku Utara,” jelasnya.

Selain bahan pangan, tekanan inflasi juga berasal dari kenaikan tarif angkutan udara serta harga emas perhiasan yang mengikuti tren kenaikan harga emas global.

Secara rinci, komoditas dominan penyumbang inflasi year-on-year di tingkat provinsi meliputi tarif listrik, emas perhiasan, ikan malalugis, ikan cakalang, dan ikan tuna.

Sementara itu, inflasi bulan ke bulan (month-to-month) Februari 2026 terhadap Januari 2026 tercatat sebesar 0,83 persen.

Di sisi lain, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi karena mengalami penurunan harga, di antaranya bensin dan bayam.

“Meskipun terdapat tekanan dari kelompok transportasi dan perumahan, beberapa komoditas seperti bensin justru mengalami penurunan harga sehingga menjadi penahan inflasi pada Februari,” pungkas Simon.

Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar