Pasar Murah di Ternate, 600 Paket Sembako Disiapkan Jelang Idulfitri 2026
TERNATE, Kalesang – Pemerintah Kota Ternate menggelar pasar murah guna menekan inflasi dan menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Benteng Oranje pada Jumat (6/3/2026) ini menyediakan sebanyak 600 paket sembako bagi masyarakat.
Pasar murah tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok, mulai dari beras hingga minyak goreng, dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan bahwa setiap bulan suci Ramadan biasanya terjadi kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Karena itu, pemerintah daerah mengambil langkah melalui operasi pasar untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah.
Menurut Tauhid, satu paket sembako dalam kegiatan tersebut dijual seharga Rp200 ribu. Harga ini lebih rendah dibandingkan harga di pasaran yang dapat mencapai sekitar Rp300 ribu per paket.
“Jika pada waktu-waktu tertentu terjadi kenaikan harga di luar ekspektasi atau keterjangkauan masyarakat, maka pemerintah akan mengambil peran melalui dana tidak terduga untuk melakukan operasi pasar,” ujar Tauhid.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota Ternate dalam menggelar pasar murah tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi strategi yang tepat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang akhir Ramadan hingga Idulfitri.
Ia menambahkan, harga sembilan bahan pokok dan komoditas pangan lainnya relatif terkendali pada Januari hingga Februari. Meski demikian, upaya pengendalian harga perlu terus dilakukan agar tidak terjadi lonjakan yang berpotensi memicu inflasi.
“Melalui koordinasi berbagai pihak, baik TPID maupun Tim Satgas Pangan, ketersediaan stok pangan di Ternate masih relatif aman. Kami juga terus memantau stok di pasar untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri tetap terpenuhi,” ujar Handi.
Reporter: Nur Imaniar Naraya
Editor : Yunita Kaunar
