Membaca Realitas

TPP Belum Juga Dibayar, Puluhan Nakes RSUD CB Geruduk Kantor BPKP

TERNATE (kalesang) – Puluhan Tenaga Kesehatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah Chasan Boesoirie (RSUD ChB) kembali melakukan unjuk rasa kali ini di depan Kantor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Maluku Utara (Malut).

Kedatangan mereka itu untuk mendesak BPKP agar melakukan audit investigasi dan hasilnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tinggi (Kejati) Malut guna peningkatan status hukum perkara dugaan korupsi RSUD ChB.

“Apa yang menjadi poin tuntutan kita itu sudah mereka (BPKP) terima. Kita akan kerjasama sama dengan pihak Kejati.” Kata Ketua Lembaga Pengawasan dan Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi (LPP Tipikor) sekaligus Koordinator aksi, Zainal Ilyas, Senin (16/1/2023).

Berita Terkait: Sejumlah Nakes RSUD Chasan Boesoirie Ternate Geruduk Kejati Malut

Zainal mengatakan, yang menjadi poin dalam tuntutan mereka itu yakni mereka meminta BPKP untuk melakukan audit investigasi terkait Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) selama 15 bulan.

Kemudian lanjutnya, hutang farmasi sebanyak Rp9 miliar lebih, dan dugaan kasus penggelapan pajak jasa yang diterima serta dugaan tindak pidana pencucian uang.

Berita Terkini: Jawab Tuntutan Pegawai RSUD ChB Ternate, Pihak Kejati Malut Minta Waktu

“Ada dua rekening yang digunakan untuk menampung dana pajak. Dana tersebut tidak sah digunakan. Kita menduga hal itu merupakan perbuatan tindak pidana pencucian uang. Hingga kita mendesak BPKP menyelidik aliran dana di rekening tersebut.”Tandasnya.

Setelah mengelar hearing dengan pihak BPKP, peserta aksi membubarkan diri. (Tr-01)

 

Reporter: Juanda Umaternate
Redaktur: Wawan Kurniawan