Membaca Realitas

Gelar Talkshow di Ternate, Perkumpulan Telapak Paparkan Hasil Kajian Tambang Nikel

TERNATE (kalesang)– Perkumpulan Telapak Indonesia terus memperluas perbincangan tentang pertambangan nikel hingga ke Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Sebelumnya, perbincangan yang dikemas dalam bentuk talkshow bertajuk Nikel Indonesia: Peluang atau Petaka?  telah dilaksanakan di Jakarta pada beberapa waktu lalu. Talkshow yang dihelat pada Minggu, (3/3/2024) hari ini itu, NGO lokal, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Coordinator Media Site Visit Perkumpulan Telapak Indonesia, Muhammad Djufryhard mengatakan, talkshow yang dilaksanakan di Kota Ternate ini, merupakan kemajuan alami dari kegiatan sebelumnya. Sebab, pihaknya ingin menggabungkan perspektif regional serta memastikan talkshow tersebut dapat mencerminkan tantangan dan peluang spesifik di daerah.

“Acara ini masih serupa, kami memaparkan hasil kajian sosial dan video dokumenter Telapak terkait operasional PT. Trimegah Bangun Persada. Materi-materi ini memantik diskusi diantara para peserta untuk mendapatkan perspektif yang terinformasi mengenai realitas pertambangan nikel,” katanya.

 

Perkumpulan Telapak Bersama Peserta Talkshow (istimewa)

 

Menurutnya, dari hasil kajian Perkumpulan Telapak, proses pembuangan limbah tailing ke laut, pencemaran sumber air baku, serta pencemaran udara tidak ditemukan di Pulau Obi, Halmahera Selatan.

“Selain itu, perusahaan membina lebih dari 10 desa di Pulau Obi dan terus berkembang. Data lainnya juga disampaikan dalam talkshow,” jelasnya.

Djufryhard menuturkan, ambang batas limbah dari hasil PT. Trimegah Bangun Persada (TBP) masih sesuai aturan. Tak hanya itu, sumber mata air pun terlihat higienis, bahkan berdampak positif bagi pengembangan ekonomi masyarakat.

“Telapak pergi ke Ternate untuk menjembatani kesenjangan antara persepsi dan kenyataan. Sudah ada upaya PT. TBP dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat,” tuturnya.

“Tapi, talkshow ini menjadi tempat diskusi dan pengawasan bersama terhadap PT. TBP jika masih banyak kekurangan,” tandasnya.

 

Reporter       : Sitti Muthmainnah

Editor             : Redaksi