Membaca Realitas

BMKG Ternate Keluarkan Peringatan Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi, Morotai Paling Rawan

TERNATE (kalesang) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate kembali mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca buruk dan gelombang tinggi yang diprediksi melanda wilayah Maluku Utara dalam beberapa hari ke depan. Di wilayah perairan Morotai, tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai hingga 2 meter.

Prakirawan BMKG, Dewi Makhrantika Madiong, pada Senin (20/1/2025), menyampaikan bahwa cuaca pada pagi hari umumnya cerah berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah Gebe, Obi, Bacan, Mangoli, Taliabu, dan sekitarnya. Namun, kondisi cuaca diperkirakan berubah signifikan pada siang hari.

“Pada siang hari, cuaca umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat di berbagai wilayah Maluku Utara, seperti Morotai, Loloda, Galela, Tobelo, Kao, Ibu, Jailolo, Sidangoli, Batang Dua, Ternate, Tidore, Sofifi, Oba, Maba, Subaim, Buli, Wasile, Weda, Patani, Gebe, Kayoa, Obi, Taliabu, Mangoli, Sanana, Sulabesi, dan sekitarnya,” ungkap Dewi.

BMKG juga mencatat suhu udara di Maluku Utara berada dalam kisaran 27°C hingga 32°C, dengan kelembapan udara mencapai 70–90 persen. Angin diperkirakan bertiup dari arah barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–40 km/jam.

“Waspadai potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Morotai, Tobelo, Kao, Tidore, Sofifi, dan sejumlah daerah lainnya,” tambahnya.

Untuk kondisi gelombang laut, BMKG memperkirakan ketinggian gelombang umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2 meter. Peringatan dini diberikan untuk perairan Morotai, Loloda, dan Batang Dua, di mana gelombang tinggi diperkirakan mencapai 1,5 hingga 2 meter.

Masyarakat dan pengguna transportasi laut diimbau untuk tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG guna mengantisipasi risiko cuaca ekstrem.