Halteng, Kalesang — Kabar menggembirakan datang dari sektor pertanian di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan. Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang digagas pemerintah pusat mulai menunjukkan hasil nyata. Rabu (8/4/2026).
Panen perdana semangka dari lahan demplot kelompok tani setempat sukses dengan total produksi mencapai 10 ton hanya dalam dua hari.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sektor pertanian desa memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara serius dan berkelanjutan.
Ketua Kelompok Demplot Wairoro Indah, Muhammad Holili, menjelaskan panen dilakukan dalam dua tahap. Panen pertama pada 6 April menghasilkan 4,8 ton, sementara panen kedua 7 April kemarin mencapai 5,2 ton. Total produksi dari lahan perdana tersebut pun menyentuh angka 10 ton.
“Alhamdulillah, seluruh hasil panen langsung habis terjual. Pembeli datang sendiri ke lokasi, baik dari pasar lokal maupun lapak di Wairoro dan Lelilef,” ujar Holili.
Antusiasme pasar terlihat tinggi sejak panen pertama. Tujuh pedagang lokal tercatat membeli langsung di lokasi, dengan jumlah pembelian bervariasi. Pada panen kedua, permintaan bahkan semakin meningkat, termasuk dari pembeli dengan skala besar.
“Harga jual semangka di tingkat petani tergolong stabil, berkisar antara Rp8.000 hingga Rp8.500 per kilogram. Dari hasil tersebut, kelompok tani berhasil meraup pendapatan sekitar Rp85 juta dalam satu kali masa tanam di lahan demplot pertama,” ungkap Holili.
Meski demikian, tingginya permintaan belum sepenuhnya dapat dipenuhi. Holili mengungkapkan masih terdapat permintaan dari luar wilayah Weda yang mencapai lebih dari 13 ton.
“Kami masih kewalahan memenuhi permintaan. Tapi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produksi ke depan,” katanya.
Kelompok tani pun berkomitmen melanjutkan penanaman secara berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menjaga stabilitas pendapatan petani.
“Pada panen kedua, kegiatan ini turut mendapat perhatian pemerintah daerah,” katanya.
Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), Amir Hasim, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah, hadir langsung memberikan dukungan.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut. Pertanian semangka memiliki manfaat besar, baik untuk kebutuhan keluarga maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kesejahteraan petani menjadi kunci penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Jika petani sejahtera, maka daerah akan kuat, bahkan negara juga ikut kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendorong perubahan pola pikir masyarakat desa agar lebih produktif dan mandiri.
“Program TEKAD bertujuan membentuk petani yang produktif, sehingga masyarakat bisa keluar dari lingkaran kemiskinan melalui sektor pertanian berkelanjutan,” jelasnya.
Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program pemberdayaan berbasis desa mampu memberikan dampak signifikan jika dijalankan dengan baik serta didukung berbagai pihak.
“Sebagai penerima manfaat, kelompok tani Wairoro Indah menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia atas pelaksanaan Program TEKAD, serta kepada para pendamping dan fasilitator di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa yang terus memberikan bimbingan,” ungkapnya
Dengan capaian ini, para petani di Wairoro Indah semakin optimistis mengembangkan usaha pertanian mereka. Panen perdana ini tidak hanya menghasilkan keuntungan ekonomi, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi masa depan masyarakat desa.
Jika tren positif ini terus berlanjut, Halmahera Tengah berpotensi menjadi salah satu sentra produksi semangka unggulan di Maluku Utara, dengan sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
