Membaca Realitas

Dana BTT Pemda Kepsul Diduga di Korupsi, Berikut Bukti Penggunaannya

SANANA (kalesang) – Setelah ditingkatkan kasus dugaan tindak pidana korupsi Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemda Kepualaun Sula tahun 2021 oleh tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Sula. Tim redaksi kalesang.id mencoba melakukan penelusuran atas kebenaran penggunaan anggaran BTT tersebut.

Berdasarkan pada petitum Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK-RI) perwakilan Maluku Utara yang menyatakan bahwa Belanja Tak Terduga Tahun Anggaran 2021 terealisasi sebesar Rp28.597.041.903 jika dibandingkan dengan anggarannya sebesar Rp28.597.041.903  atau terealisasi 100 Persen.

Baca Juga: Hasrul: Kasus BTT Pemda Kepulauan Sula Seharusnya Sudah Ada Tersangka

Tim redaksi kemudian melakukan penelusuran melalui pihak-pihak terkait atas pengunaan anggaran BTT tersebut, baik di Dinas Kesehatan maupun di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dari data yang diterima terdapat kurang lebih 22 item kegiatan belanja.

Berikut Item Kegiatan BTT di Dinas Kesehatan

No

Jenis Belanja Waktu No SP2D

Nilai

1 Pembayaran langsung (LS) atas belanja tak terduga dalam rangka penanganan Covid-19  

19 Juli 2021

2653/SP2D-LS/KS/2021  

Rp1.875.640.000

2 Belanja tidak terduga untuk insentif tenaga kesehatan Januari-Mei 2021 dalam rangka penanganan vaksinasi Covid-19  

19 Juli 2021

2654/SP2D-LS/KS/2021  

Rp4.437.500.000

3 Pembayaran langsung atas Belanja tak terduga dalam rangka penanganan Covid-19 30 Agustus 2021 3502/SP2D-LS/KS/2021  

Rp1.258.451.350

4 Belanja tak terduga dalam rangka penanganan virus Covid-19 08 September 2021 3674/SP2D-LS/KS/2021  

Rp320.685.000

5 Belanja tak terduga untuk insentif dalam rangka penanggulangan Covid-19 dan tim penyuluh vaksinasi Juni-september 2021 dan insentif tenaga kesehatan dalam rangka pencegahan penanganan Covid-19 Januari-September 2021  

 

 

22 Oktober 2021

 

 

 

4305/SP2D-LS/KS/2021

 

 

 

Rp5.361.500.000

6 Pembayaran langsung atas belanja tak terduga dalam rangka penanganan Covid-19  

25 Oktober 2021

4311/SP2D-LS/KS/2021  

Rp607.050.000

7 BTT penanganan tanggap darurat Covid-19 belanja oksigen 20 Desember 2021 5832/SP2D-LS/KS/2021 Rp596.500.000
8 Pembayaran langsung atas BTT dalam rangka penanganan Covid-19 dan pelayanan kesehatan masyarakat  

21 Desember 2021

 

5973/SP2D-LS/KS/2021

 

Rp5.000.000.000

9 BTT pembayaran insentif tim penyelenggara vaksinasi Covid-19 Oktober-Desember 30 Desember 2021 6993/SP2D-LS/KS/2021  

Rp2.275.093.193

10 Penambahan dari belanja tak terduga (BTT) berupa alat pendingin vaksin mesin

TCW

     

Rp2.552.300.000

11 Pengadaan Rapit Tes dari dana  (BTT) Rp1.113.877.276
Total Belanja BTT di Dinas Kesehatan                                              Rp25.398.596.819                                             

Berdasarkan informasi yang diterima dari total anggaran Rp Rp28.597.041.903 sekitar Rp7 Miliar lebih digunakan langsung oleh pihak RSUD Sanana.

Sementara itu untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah sendiri berdasarkan data yang diterima tim redaksi Kalesang.id terdapat 11 item Belanja langsung yang menggunakan anggara Belanja tidak terduga (BTT).

Berikut Item Kegiatan BTT di BPBD

No Jenis Belanja Waktu No SP2D Nilai
1 Belanja tidak terduga (dana on call) 03 Juni 2021 1874/SP2D/LS/KS/2021 Rp167.640.000
2 Belanja tidak terduga (dana on call) Penangan Covid-19 03 Juni 2021 1879/SP2D/LS/KS/2021 Rp207.805.000
3 Permintaan Belanja tidak terduga (dana on call) Penangan tanggap darurat Covid-19  

30 Juni 2021

 

2174/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp294.065.000

4 Permintaan Belanja tidak terduga Penangan tanggap darurat Covid-19 04 Agustus 2021  

2960/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp397.365.500

5 Belanja tidak terduga (belanja tanggap darurat) bencana Banjir Desa Waibau 12 Agustus 2021  

3140/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp97.115.000

6 Permintaan Belanja tidak terduga Penangan tanggap darurat Covid-19 Bulan Agustus 2021  

15 September 2021

 

3814/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp297.000.000

7 Permintaan Belanja tidak terduga Penangan tanggap darurat Covid-19 Bulan September 2021  

25 Oktober 2021

 

4312/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp100.000.000

8 Belanja Tidak Terduga dalam rangka penanganan patah kemudi Kapal KM. Simba 01 diperairan lifmatola  

27 Oktober 2021

 

4331/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp50.305.000

9 Permintaan Belanja tidak terduga Penangan tanggap darurat Covid-19 15 November 2021  4719/SP2D/LS/KS/2021  

Rp100.000.000

10 Permintaan Belanja tidak terduga penanganan gelombang pasang di Desa Waisum  

20 Desember 2021

 

5830/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp28.869.000

11 Permintaan Belanja tidak terduga penanganan gelombang pasang di Desa Nahi  

20 Desember 2021

 

5831/SP2D/LS/KS/2021

 

Rp20.825.000

                                                  Total Belanja BTT di BPBD Rp1.760.989.500

 

Baca Juga: Kejari Kepulauan Sula Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi BTT Rp28 M

Kalak BPBD Kepulauan Sula, Buhari Buamona saat dikonfirmasi Rabu (12/10/2022) via Whatsapp menjelaskan bahwa dirinya juga telah dimintai keterangan oleh Tim penyidik kejaksaan pada bulan September 2022 lalu, terkait pengelolaan dana BTT yang telah digunakan oleh BPBD.

“Sudah satu bulan yang lalu, ditanya soal BTT saya masuk kan bulan 7 waktu itu sisa anggaran Rp954 juta lebih, pimpinan sebelumnya sudah gunakan sekitar Rp500 juta lebih. Kalau Tanya soal 28 miliar itu saya tidak tahu.” Ungkapnya

Buhari juga menegaskan dirinya tetap kooperatif jika dipanggil kembali oleh tim penyidik untuk dimintai keterangan tambahan dalam tahap penyidikan.

“Kalau pangil lagi saya akan hadir sebagai warga Negara yang taat hukum, pengunaan dana covid-19 inikan teman-teman jaksa juga tau mereka waktu itu dilibatkan dalam hal monitoring pengunaan anggaran yang berkaitan dengan covid.” Tegasnya.

Sementara itu Kadis Kesehatan Suryati Abdullah, saat dikonfirmasi atas kebenaran pengunaan anggaran dalam 11 Item belanja modal yang bersumber dari BTT tersebut belum memberikan respon hingga berita ini diterbitkan.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Kepulauan Sula, I. Ketut Yogi Sukmana saat dikonfirmasi Selasa (11/10/2022), menjelaskan penyidik sebelumnya telah melakukan pemeriksaan saksi terkait untuk kepentingan pengembangan penyidikan.

“Kadis kesehatan Sudah, dari BPBD, kemudian ibu Kaban BPKAD. Tadi juga ada tapi saya belum tau siapa dan dari dinas mana mas, sepengetahuan saya ada yang dari Dinkes mas, cuma untuk yang lainnya saya belum tahu mas, karna kebetulan saya belum koordinasi lagi dengan pidsus.” Ungkapnya.(mg-02)

 

Reporter: Karman Samuda

Redaktur: Wendi Wambes