Pihak Dikbud Maluku Utara ‘Bingung’ Soal SMKN-1 Kota Ternate
Tunggu Rekomendasi Kepolisian ke Gubernur
TERNATE (kalesang) – Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Utara (Malut), mengaku bingung terkait kisruh pengangkatan Nurjana Tahir Junus sebagai Kepala SMKN-1 Kota Ternate defenitif.
Berita Terkait: Komite Sekolah, Guru dan Alumni Gelar Aksi Tolak Nurjana Junus Sebagai Kepala SMKN-1 Ternate
Nurjana Junus yang diagkat pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut sebagai kepala SMKN-1 defenitif melalui SK gubernur, ditolak komite guru dan alumni di SMKN-1 Kota Ternate.
Sekertaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Malut, Fahmi Alhabsy mengatakan, problem SMKN-1 Kota Ternate dari awal memang sudah kacau sejak ada aksi desakan dari siswa dan guru minta Nurjana Junus diberhentikan dari jabatan Kepala SMKN-1 beberapa bulan lalu.
Berita Terkait:Gedung SMKN-1 Ternate Dipenuhi Spanduk Tolak Penetapan Kepsek Nurjana Junus
Menanggapi aksi tersebut, pihak Dikbud menonaktifkan Nurjana Junus dari jabatan Kepala SMKN-1 Kota Ternate, kemudian mengangkat Pelaksana Tugas Harian (Plh) yang dijabat Makmur, namun setelah diangkat, kondisi sekolah kacau lagi, hingga Dikbud menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Iswanto Marjuki, tapi menurut Fahmi keadaan tidak berubah.
“Sekarang kami kembali angkat Nurjana Tahir sebagai Kepala SMKN-1 defenitif, namun pihak komite dan guru-guru masih tetap menolak, terus Dikbud mau berbuat bagaimana, padahal Dikbud dituntut memberi tanggapan selaku instansi teknis, kita mau berbicara apa.”Ketus Fahmi, Selasa (6/6/2023).
Fahmi mengaku, saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pihak Polres Ternate ke gubernur terkait kondisi keamanan, jadi dirinya belum bisa memberikan tanggapan soal pengangkatan Kepsek.
“Kalau saya kase statement di media terkait pengangkatan Nurjana Junus akan kacau lagi.”Ujar Fahmi sembari menambahkan jika dirinya belum memberi komentar.” Tukas Fahmi. (tr-02)
Reporter: Dedi Sero-Sero
Redaktur: Wawan Kurniawan
