SANANA (Kalesang) – Seorang oknum guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, inisial UJS diduga menganiaya mahasiswi praktik pengenalan lapangan (PPL) dari STAI Babussalam Sula, Nurindah Tidore, pada Sabtu (22/10/2022) lalu.
Dalam kasus tersebut, Nurindah merasa tak puas kemudian melaporkan oknum guru ke Polres Kepulauan Sula, Senin (31/10/2022).
Sebelumnya, Nurindah menceritakan, kejadian tersebut saat selesai upacara peringati hari santri. Waktu itu, dirinya masuk ke dalam kantor dan duduk sebentar, lalu keluar ke warung membeli minum.
Pada saat berjalan ke sekolah, lanjutnya, tiba-tiba dia mendengar bunyi motor dengan suara yang sedikit tinggi. Kemudian, langsung menghindar ke kanan.
“Motor itu berhenti di samping saya dan sudah mengenai kain gamis, ban motor depan berada tepat di samping sepatu saya. Namun belum menoleh, saya sudah mendengar ucapan dengan nada sedikit tinggi, kamu tuli ya, tidak dengar saya sudah main gas dari tadi.” Kata Nurindah yang mencotohkan guru tersebut.
Setelah mendengar perkataan tersebut, Nurindah menoleh dan berkata dengan nada rendah sambil ingatkan agar ini bukan tempat parkir.
“Namun, oknum guru tersebut langsung menanggapinya dengan keluarkan kata “lancang.” Ucap Nurindah.
Meskipun seperti itu, Nurindah tidak menghiraukan. Sebab, dia pikir guru tersebut hanya bercanda.
“Saya jalan mendekati pintu kantor, beliau bertanya kepada saya, kamu siswa ya, dan saya bilang bukan. Setelah itu beliau masuk di kantor, saya pun ikut dari belakang tanpa berkata apa-apa.” Ungkap Nurindah.
Tiba-tiba, Nurindah menambahkan, guru itu berhenti dan dengan nada keras melayangkan pertanyaan kenapa dia ada di sekolah.
“Saya berdiri di hadapan guru itu dan menjawab. Pak, saya mahasiswa PPL.” Ucapnya.
Mendengar hal itu, kata Nurindah, guru yang bersangkutan masih saja keluarkan kata “lancang” kepada dia.
“Saya tidak terima perlakuan kasar itu, saya bertanya apa maksud bapak bilang saya lancang. Guru itu malah teriak di hadapan saya. Saya tak puas dan balik teriak.” Bebernya.
“Setelah itu beliau langsung tampar di bagian wajah saya dan berjalan ke depan tanpa rasa bersalah. Saya kembali melempar guru itu dengan tas dan dia kembali menonjok wajah saya sangat keras sampai babak belur.” Sambung Nurindah.
Beberapa saat kemudian, kata Nurindah, ada sejumlah guru perempuan yang berteriak agar jangan lagi guru bersangkutan melakukan tindakan yang lebih anarkis.
Mendapat perlakuan tak sepantasnya, Nurindah pun mengambil tasnya lalu melempar dan terkena di bagian jidat dan berdarah.
“Dia tambah emosi dan mencekik leher saya hingga tergeser dan terjatuh ke lantai. Saat saya jatuh dia sempat injak saya di bagian depan paha, setelah itu dia mau injak saya di bagian perut, tapi ada seorang guru yang mendorongnya. Saya bangun dan lempar dia dengan kamus.” Pungkasnya.
Sekadar diketahui, oknum guru itu belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini dipublis. Berdasarkan informasi, oknum guru tersebut melakukan laporan balik terhadap Nurindah.(tr-02)
Reporter: Karman Samuda
Redaktur: Junaidi Drakel
